Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

CUMA KITA YANG ADA UNTUK DIRI KITA SENDIRI


Ketika kita lagi sedih, rasanya pengen banget ada yang memeluk dan menepuk-nepuk bahu kita. Karena dengan begitu kita akan merasa lega.

Memikirkan bahwa ada orang yang selalu bersama kita, mendukung kita, melindungi kita, pasti rasanya luar biasa. Tapi kenyataan ngga seindah itu. Belum tentu setiap orang menerima kita, apalagi ada disamping kita.

Pernah kah, ketika kita bercerita pada orang lain, tentang kesulitan kita, tapi ternyata orang lain itu membalas...

"Kamu sih mending, lha aku...."

Tunggu.

Apa kesulitan setiap orang adalah kompetisi? Kenapa seseorang harus menang dalam merasakan kesulitan dan kesakitan, dari pada orang lain? Apakah orang lain berhak memutuskan bahwa yang mereka alami adalah yang paling sulit?

Atau, pernah kah, ketika kita bercerita, orang lain justru berkata...

"Gitu aja sedih..."

"Alah gitu aja..."

Padahal, kita hanya ingin didengarkan dan didukung. Tapi sepertinya lingkungan kita ngga bisa mendukung kita. Karena orang-orang disekitar kita, yang kita rasa dekat dengan kita, justru ngga memahami kita, rasa sedih kita rasanya jauh lebih menyakitkan.

Orang lain ngga mudah memahami apa aja hal-hal yang udah kita alami, masalah apa yang kita punya, dan kesedihan apa yang kita rasakan. Kenapa bisa?

Tapi. Tarik napas dan hembuskan pelan-pelan.

Kita masih punya diri kita sendiri. 

Seperti yang kita lihat, banyak orang di lingkungan kita yang ngga mengerti bagaimana sakitnya kita, bahkan bisa dengan mudah menghakimi dan membuat kompetisi atas kesulitan. Maka, lihatlah diri kita.

Kita yang masih bisa berusaha bertahan. Kemarin kita bisa. Maka besok pasti bisa.

Kita masih berusaha kuat, berusaha terus mencintai diri kita, masih menjaga diri kita. Padahal, menguatkan diri itu bukanlah hal yang mudah, apalagi dilakukan oleh diri sendiri, ditengah orang-orang yang sulit memberikan kita dukungan.

Aku cuma mau bilang, terima kasih ya. Kita kuat, dan kita bisa. Yakinlah pada kekuatan diri kita, karena memang hanya diri kita yang bisa. Kita ngga bisa selamanya mengandalkan orang lain.

Jangan biarkan orang lain mempengaruhi kita, karena mereka hanyalah manusia. Yang ngga mengerti apa aja yang telah kita alami, dan apa hal-hal yang membuat kita terjatuh.

Kita yang paling tau apa hal-hal yang membuat tenang atau lega. Kita bisa memutuskan untuk melangkah lebih maju, dan ngga berpatokan pada orang lain. Kita yang paling memahami, diri kita sendiri, dan apa yang paling baik. Cuma kita sendiri yang mengerti.

2 comments for "CUMA KITA YANG ADA UNTUK DIRI KITA SENDIRI"

  1. Ini related banget di aku, Mbaaaaaak. Dan kayaknya sih related juga di banyak orang.😭

    Aku juga pernah dulu sedang terpuruk ke titik terendahku. Dan gak ada yang bisa paham apa yang aku rasakan. Ada yang ngajak berkompetisi mana yang lebih ngenes, ada yang meremehkan juga. Gak enak banget pokoknya 😭.

    Karena kejadian itu aku jadi lebih tertutup. Jadi gak pernah curhat tentang masalah pribadi ke orang lain, termasuk ke orang terdekatku juga. Soalnya mereka belum tentu paham, mereka belum tentu memberikan respon yang aku perlukan. Kemungkinan malah bikin perasaan makin sedih, dan makin down.😔

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semangat dan bahagia selalu mbaak.
      Pada akhirnya kita tetap harus mengandalkan dan bertahan sama diri sendiri, karena ngga semua orang bisa atau mau mencoba membantu kita. Tapi aku tau, mbak dan kita semua bisa :)

      Kita bisa berproses untuk menjadi mandiri dan lebih kuat karena apa yang kita alami. Semoga mbak juga selalu kuat ketika menghadapi masalah. Ngga ada yang salah dengan menghadapi masalah sendirian, meskipun kita ingin ada yang jadi tempat bersandar, tapi belum kita belum tentu ada, jadi yang bisa kita percaya cuma diri kita sendiri.

      Makasih ya mba sudah sharing, semoga mbak bisa lebih kuat, meskipun sedikit. Aku yakin kita selalu bisa :)

      Delete

Good day everyone, mohon untuk tidak meninggalkan link aktif di komentar ya :)